Baru Belajar Menulis? Ikuti Saja 5 Nasihat Langka Ini!

belajar menulis untuk pemula

Halo Sobat AkademiMenulis.id. Artikel ini untuk menjawab satu pertanyaan krusial yang sering dilontarkan oleh para pemula: kalau baru belajar menulis, harus mulai dari mana dan bagaimana, sih?

Secara ringkas, saya akan memberikan beberapa nasihat sederhana. Akan tetapi, kalau kamu melakukan nasihat ini dengan saksama, akan melahirkan efek luar biasa untuk masa depanmu.

Kita mulai saja, ya.

Apa Motivasimu Menulis?

Saat seorang pemula datang kepada saya dan ingin belajar menulis, maka saya akan menanyakan dua hal penting kepadanya.

  • Kamu ingin belajar menulis untuk sekadar hobi?
  • Atau kamu ingin belajar menulis untuk menjadi profesi?

Dua pertanyaan mendasar itu akan melahirkan mindset, pola belajar, mental, serta cara menjalani proses belajar yang sangat berbeda.

Saat kamu belajar menulis menulis hanya untuk sekadar hobi, maka energimu tak akan sekuat dan sehebat kalau kamu ingin belajar menulis untuk menjadikannya profesi suatu saat nanti.

Tujuan jangka panjangnya sudah berbeda. Dengan tujuan yang berbeda seperti itu, tentu saja akan melahirkan energi yang berbeda ketika menjalani proses pembelajarannya.

Tentukan Dulu Ingin Belajar Menulis Apa?

Ada banya sekali variabel dan juga medan atau jenis dalam dunia penulisan. Saat kamu memutuskan ingin belajar menulis, kamu harus benar-benar sudah memutuskan sejak awal ingin belajar menulis jenis apa?

Karena memang banyak sekali jenisnya. Ada menulis artikel, buku nonfiksi, novel, cerpen, puisi, naskah iklan, naskah film, naskah sinetron, biografi, ghost writing, dan lain sebagainya.

Sebagian besar sudah diajari di AkademiMenulis.id. Lihat saja materinya DI SINI.

Saya menyarankan sejak awal kamu sudah harus memutuskan ingin belajar menulis jenis penulisan yang mana karena setiap orang memiliki waktu yang sangat terbatas.

Dan kamu tak akan pernah bisa menguasai semuanya.

Pilih salah satu terlebih dahulu yang sesuai minatmu. Pelajari secara intens dalam jangka waktu tertentu. Bila dirasa cukup, sudah praktik berkali-kali, dan merasa sudah memiliki bekal yang memadai untuk pindah ke jenis penulisan yang lainnya, baru deh boleh pindah.

Penyakit kita para pemula adalah ingin menguasai semuanya. Seolah ingin nampak ahli dan pintar dalam segala lini. Padahal, itu adalah cara terbaik untuk membunuh potensimu secara masif.

Saat kamu masih pemula dan baru belajar menulis, tak usah berusaha untuk mencari panggung. Ingin dikenal, ingin mendapatkan atensi yang ramai dari khalayak. Jangan. Tak usah begitu.

Panggung akan datang saat bekalmu sudah memadai. Garis kehidupanmu yang lebih berkelas akan mendatangimu dengan sendirinya saat kamu memang sudah benar-benar layak.  

Camkan baik-baik hal ini. Yang perlu kamu lakukan adalah terus menempa diri, meningkatkan kualitas skill, serta aktif untuk memperbarui networking-mu sepanjang waktu.

Dengan begitu, bukan hanya panggung, hal-hal baik lainnya akan datang kepadamu di masa depan.

Banyak Membaca Tulisan Berkualitas

Coba saja baca harian Kompas. Caranya menyajikan tulisan sangat berbeda dengan harian lainnya. Diksinya lebih apik. Kalimatnya lebih mengalir. Ejaannya baku tetapi nikmat.

Biasakan juga membaca buku dari penerbit besar dengan kualitas editor mumpuni. Kita akan kaget dengan banyaknya diksi baru. Cara menuliskan dalam kalimat. Cara mengalirkan kalimat dalam tiap paragrafnya. Carai memberikan efek kejut dalam akhir tulisan, dan sebagainya.

Tak usah terlalu sering membaca tulisan di Facebook apalagi forward-an dari grup WA. Bikin hidup tak nyaman saja.

Teknik menulis itu tidak ribet, tetapi perlu ketekunan yang tinggi. Dan mulailah dengan belajar dari karya-karya yang baik.

Cari Mentor Berkualitas

Cara terbaik untuk memangkas waktu hidupmu yang terbatas itu adalah dengan mencari mentor. Saat kamu baru mulai belajar, maka mata uang terbaikmu adalah dengan belajar dari mentor. Jangan sembarangan mentor. Tetapi carilah mentor yang benar-benar sudah berkarya atau yang memang sudah menjadikan dunia penulisan sebagai profesinya.

Dengan cara seperti itu, kamu akan bisa memangkas waktumu dan memiliki jalur ilmu yang optimal bin maksimal karena memang sudah teruji di lapangan. Bukan dari orang-orang yang mengaku sok-sokan mentor tetapi hanya memadu-padankan teori di sana-sini.

Praktik dan Praktik

Practices make perfect. Tanpa praktik, praktik, dan praktik, ilmumu ya hanya akan sekadar menjadi ilmu. Sekadar menjadi pengetahuan yang bertebaran di otakmu. Hanya bisa untuk jadi bahan berdebat sana-sini dan sok-sok keren ke sana ke mari.

Padahal, kamu sama sekali belum menghasilkan satu pun karya yang bisa memuaskan batinmu dan bukti proses belajarmu selama ini.


Demikian artikel penting tentang belajar menulis untuk pemula. Kalau ingin secara lebih lengkap belajar menulis, langsung saja gabung di AkademiMenulis.id, ya. Banyak sekali materi fundamental yang sudah tersedia di member area yang bisa menjadi bekalmu sebagai penulis profesional.

Artikel yang Direkomendasikan

4 Komentar

  1. Terima kasih kak Fachmy Casofa, atas informasinya 🙏

    1. Sama-sama. Terus belajar, ya! 😉

  2. Dulu waktu saya mahasiswa (tahun 98-an), saya banyak belajar menulis dengan mengamati tulisan di Kompas. Memang benar yang disebutkan Mas Fachmy, tulisan Kompas enak dibaca dan rapi EYD-nya.

    Btw, nice pos Mas. Sukses selalu ya.

    1. Terima kasih Mas Herman Yudiono. Mas Herman adalah salah satu guru saya dalam ngeblog. Senang sekali rasanya bisa mengapresiasi salah satu postingan saya di sini. Terima kasih selalu Mas selama ini sudah menjadi inspirasi dan akan terus menjadi inspirasi. #salimsungkem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *