Perbedaan Kata Pengantar dan Prakata

perbedaan kata pengantar dan prakata

Banyak sekali para penulis pemula yang tidak mengetahui perbedaan dari kata pengantar dan prakata di dalam buku. Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan secara ringkas, agar Sobat AkademiMenulis.id tidak lagi keliru alias melakukan kesalahan yang fundamental ini.

Kata pengantar (foreword) ditulis oleh orang lain, alias bukan dari penulis buku tersebut. Orang lain di sini ya bebas, bisa tokoh, pakar, pejabat, teman, dan lain sebagainya. Intinya, bukan penulisnya yang menulis kata pengantar ini.

Kata pengantar biasanya berisi:

  • apresiasi atau pujian dari orang lain (bisa tokoh, pejabat, pakar, dlsb.) terhadap karya si penulis atau sosok si penulis.
  • alasan dari perlunya buku tersebut diterbitkan.

Sedangkan prakata (preface) ditulis oleh penulis buku tersebut. Biasanya berisi:

  • maksud dari si penulis dalam menulis buku tersebut
  • untuk siapa buku tersebut ditulis
  • ungkapan secara umum dari mana gagasan menulis diperoleh
  • apa harapan dari si penulis dari lahirnya karya tersebut

Pada akhir prakata, tidak perlu dituliskan kalimat seperti ini:

Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, ….

Tidak perlu melakukannya. Itu sudah usang. Lagi pula, mengapa harus tidak percaya diri ketika menulis buku tersebut? Sampaikan saja secara halus, bahwa pembaca bisa menjadi bagian dari perbaikan buku tersebut bila berkenan. Namun, sampaikan saja di bagian penutup. Tak usah rendah diri dalam berkarya.

Begitu, ya. Semoga tercerahkan.


Demikian artikel penting tentang belajar menulis untuk pemula. Kalau ingin secara lebih lengkap belajar menulis, langsung saja gabung di AkademiMenulis.id, ya. Banyak sekali materi fundamental yang sudah tersedia di member area yang bisa menjadi bekalmu sebagai penulis profesional.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *