6 Soft Skills Penting yang Harus Dimiliki oleh Seorang Editor Naskah

soft skills editor

Menjadi editor naskah memang bukan hanya soal kejelian terhadap salah tik, pengembangan kualitas naskah, serta penyiapan buku hingga menjadi produk bermutu. Akan tetapi, juga tentang penguasaan beberapa soft skills lain yang turut menyertainya.

Apa sajakah? Mari kita kulik bersama.

1. Confidence (Percaya Diri)

Kepercayaan diri yang tinggi akan hadir saat sang editor naskah memiliki pengetahuan mendasar tentang dunia editing, penulisan, serta proses yang ada di dalam dunia penerbitan.

Dengan kepercayaan diri seperti itu, ia akan mampu untuk menjadi rekan dari penulis, serta bagian yang kompeten dari perusahaan penerbitan.

2. Intelligence (Cerdas dan Cergas)

Seorang editor naskah nggak boleh cupu, culun, dan tak memiliki pengetahuan yang luas. Ia harus memiliki pergaulan yang baik, serta kemampuan untuk memahami maksud dari konten yang disajikan oleh sang penulis, walaupun medan temanya bukan hal yang dikuasai.

Namun begitu, adalah tugas seorang editor untuk mencoba meresapi tentang medan tema tersebut, agar sang editor tak hanya menjadi budak salah tik saja, melainkan juga kesiapan untuk melahirkan karya yang megah dan bernilai.

3. Questioning Nature (Bertanya Secara Alamiah)

Seorang editor naskah yang baik adalah seorang penanya yang jeli. Bukan berarti naskah yang sudah dikirimkan oleh penulis adalah naskah yang sudah langsung siap cetak. Seorang editor harus menjadi pembaca pertama yang jeli, dan secara alami memiliki banyak sekali pertanyaan dari setiap gagasan yang dihadirkan oleh penulis.

Misalkan:

  • Emang iya?
  • Kenapa bisa begitu?
  • Bagaimana kalau …?

Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti itu akan melahirkan banyak sekali kemungkinan, sehingga diskusi yang intens dan juga kualitas naskah akan semakin meningkat.

Editor yang baik tahu bahwa bertanya tentang apa pun bukanlah hal yang tabu. Editor harus sadar apabila mereka ragu-ragu ataupun merasa bimbang terhadap sebuah konten, demikian pula halnya dengan pembaca. Jadi, sudah otomatis mereka harus bertanya kepada penulis apabila ada hal-hal yang meragukan atau mengkhawatirkan menurut pandangannya.

4. Diplomacy (Diplomasi)

Kemampuan ini diperlukan dalam banyak hal. Misalnya menegosiasikan konten dengan penulis, penyoalan royalti, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan kualitas naskah. Karena bisa saja terjadi penulis dan editor akan terjebak pada debat kusir berkepanjangan. Apabila seorang editor naskah hanya menjadi yes man, maka buku tidak akan menjadi produk yang bagus.

5. Ability to Write (Mampu Menulis)

Dulu saya banyak heran, mengapa banyak para editor yang tak memiliki kemampuan menulis, padahal kalau ia menguasai editing berarti ia sudah memiliki penguasaan yang baik mengenai dasar-dasar penulisan. Editor yang hebat adalah sekaligus penulis yang kompeten. Tak pelak lagi.

6. Sense of Humor (Selera Humor)

Tentu saja, editor harus memiliki kualitas humor yang oke. Pekerjaannya sudah menuntut banyak keseriusan. Tanpa diimbangi dengan selera humor yang bagus, ya bisa terjebak dalam rutinitas yang memusingkan kepala dan kualitas hidup menjadi tidak seru lagi.

Lagi pula, humor akan mencairkan ketegangan dalam pekerjaan yang dilakoninya serta membuat seorang editor naskah menjadi lebih sehat.

Ada ide lain soft skill apa yang harus dimiliki oleh seorang editor naskah?


Demikian artikel penting tentang belajar menulis untuk pemula. Kalau ingin secara lebih lengkap belajar menulis, langsung saja gabung di AkademiMenulis.id, ya. Banyak sekali materi fundamental yang sudah tersedia di member area yang bisa menjadi bekalmu sebagai penulis profesional.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *